Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

DIAM YANG DILARANG

DIAM YANG DILARANG

Bagi kita jika memiliki masalah tak jarang mereka melakukan 'gerakan tutup mulut'
atau lebih dikenal dengan istilah ngambek.  Ternyata sikap diam apa lagi seorang perempuan bisa berakibat buruk. Bahkan dalam Islam, beberapa ulama mengharamkannya. Sikap diam dalam jangka waktu tertentu dianggap sebagai perbuatan jahiliyah.

Dasarnya sebuah hadis dari Qais bin Abu Hazim, dia berkata:

"Sayyidinna Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra pernah berkunjung kepada seorang perempuan Ahmas bernama Zainab. 

Sayyidinna Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra melihat perempuan tersebut tidak berbicara. 

Sayyidinna Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra bertanya: 
Mengapa ia tidak berbicara? Orang-orang menjawab:

'Dia sengaja diam tidak mau bicara dengan alasan ibadah. 
 
Sayyidinna Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra lalu berkata kepadanya:
Berbicaralah, sesungguhnya perbuatan ini tidak halal. 
Ia termasuk perbuatan jahiliyyah!'". 
Maka perempuan itu pun berbicara."
(HR Bukhari).

Dalam Syarah Riyadhus Shalihin dijelaskan:*
salah satu cara beribadah kaum jahiliyyah adalah dengan diam. 

Maka wajib hukumnya setiap Muslim untuk membedakan diri dari perbuatan dan perilaku jahiliyyah. 

Jika ia berdiam diri tanpa alasan atau sengaja menahan diri untuk berbicara, hal itu bukan termasuk syiar dalam agama.

Justru yang dianjurkan adalah berbicara yang baik dalam rangka amar ma'ruf nahi munkar.

Seorang Muslim hendaknya mengajarkan kebaikan dan menyampaikan hanya yang baik saja dari lisannya. 

Sebagian Para Ulama menambahkan:

jika seseorang bersumpah untuk tidak berbicara maka dianjurkan ia untuk berbicara kembali. 
 Tidak wajib bagi orang tersebut membayar kaffarat karena sumpahnya termasuk sumpah yang tidak baik."

Ada yang berpendapat jika Diam justru dianjurkan dalam hadist:
 "Barang siapa yang beriman kepada ALLAH dan Hari Akhir maka hendaklah ia berkata baik atau hendaklah ia diam." 
(Muttafaq Alaih)


kedua hadis tersebut tidaklah bertentangan. Diam dalam hadist
Berkatalah yang baik atau diam' dimaksudkan agar tidak berbicara hal-hal yang bathil. 

Maka diam seperti itu dianjurkan.*

Sementara larangan diam dalam hadist Sayyidinna Abu Bakar Ash-Shiddiq Ra diatas adalah:

Diam dengan meninggalkan pembicaraan yang mubah.

Al Habib Ali Abdurrahman Al Habsyi

MAJELIS SAYYIDIL MURSALIN

Post a Comment for "DIAM YANG DILARANG"