Skip to content Skip to sidebar Skip to footer

BENCANA-BENCANA BESAR DALAM SAKAROTUL MAUT

Dalam Kitab
ﺇﺣﻴﺎﺀُ ﻋﻠﻮﻡِ ﺍﻟﺪﻳﻦ ٤ ﺹ ٤٤٨ ﻣﻜﺘﺒﺔ ﺩﺍﺭ ﺍﺣﻴﺎﺀ
ﻓﺈﻥ ﺩﻭﺍﻫﻲ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﺛﻼﺙ . ﺍﻷﻭﻝ ﺷﺪﺓ ﺍﻟﻨﺰﻉ ﻛﻤﺎ ﺫﻛﺮﻧﺎﻩ

Makna; Bencana-bencana besar dalam mengalami kematian ada tiga : yang pertama adalah dasyatnya pencabutan ruh. Seperti apa yang telah kami sebutkan.

Dalam kitab ihya karya Imam Alghozali diterangkan, ada tiga bencana besar yang akan kita hadapi ketika ajal menjemput.
Yang pertama adalah dasyatnya pencabutan ruh. Bencana-bencana ini blm ditambah bencana yg dibikin sendiri oleh orang-orang seperti sakitnya berpisah dari istri yang masih cantik, harta yang melimpah dll.

Untuk mengetahui pembahasan bencana dasyat yang pertama ini maka kita ke juz 4 halaman 445 dan memakan hampir 4 halaman.

ﻭﺍﻋﻠﻢ ﺃﻥ ﺷﺪﺓ ﺍﻷﻟﻢ ﻓﻲ ﺳﻜﺮﺍﺕ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻻ ﻳﻌﺮﻓﻬﺎ ﺑﺎﻟﺤﻘﻴﻘﺔ ﺇﻻ ﻣﻦ ﺫﺍﻗﻬﺎ ﻭﻣﻦ ﻟﻢ ﻳﺬﻗﻬﺎ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﻳﻌﺮﻓﻬﺎ ﺇﻻ ﺑﺎﻟﻘﻴﺎﺱ ﺇﻟﻰ ﺍﻵﻻﻡ ﺍﻟﺘﻲ ﺃﺩﺭﻛﻬﺎ ﻭﺇﻣﺎ ﺍﻻﺳﺘﺪﻻﻝ ﺑﺄﺣﻮﺍﻝ ﺍﻟﻨﺎﺱ ﻓﻲ ﺍﻟﻨﺰﻉ ﻋﻠﻰ ﺷﺪﺓ ﻣﺎ ﻫﻢ ﻓﻴﻪ

Makna; Ketahuilah olehmu : Sungguh dasyatnya kesakitan dalam sakarotul maut itu orang tidak bisa mengetahuinya secara nyata kecuali orang yang merasakannya (mengalaminya). Dan orang yang tidak merasakannya, maka dia tidak bisa mengetahuinya kecuali dengan qiyas kepada kesakitan-kesakitan yang dia bisa menyaksikannya. Dan adakalanya mengetahui dengan mengambil petunjuk pada keadaan-keadaan manusia ketika dalam naza' (pencabutan ruh oleh malaikat) atas dasyatnya apa yang mereka sedang alami.

ﻓﺄﻣﺎ ﺍﻟﻘﻴﺎﺱ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺸﻬﺪ ﻟﻪ ﻓﻬﻮ ﺃﻥ ﻛﻞ ﻋﻀﻮ ﻻ ﺭﻭﺡ ﻓﻴﻪ ﻓﻼ ﻳﺤﺲ ﺑﺎﻷﻟﻢ ﻓﺈﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻪ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻓﺎﻟﻤﺪﺭﻙ ﻟﻸﻟﻢ ﻫﻮ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻓﻤﻬﻤﺎ ﺃﺻﺎﺏ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺟﺮﺡ ﺃﻭ ﺣﺮﻳﻖ ﺳﺮﻯ ﺍﻷﺛﺮ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻓﻴﻘﺪﺭ ﻣﺎ ﻳﺴﺮﻱ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻳﺘﺄﻟﻢ ﻭﺍﻟﻤﺆﻟﻢ ﻳﺘﻔﺮﻕ ﻋﻠﻰ ﺍﻟﻠﺤﻢ ﻭﺍﻟﺪﻡ ﻭﺳﺎﺋﺮ ﺍﻷﺟﺰﺍﺀ ﻓﻼ ﻳﺼﻴﺐ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺇﻻ ﺑﻌﺾ ﺍﻷﻟﻢ ﻓﺈﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻲ ﺍﻵﻻﻡ ﻣﺎ ﻳﺒﺎﺷﺮ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻭﻻ ﻳﻼﻗﻲ ﻏﻴﺮﻩ ﻓﻤﺎ ﺃﻋﻈﻢ ﺫﻟﻚ ﺍﻷﻟﻢ ﻭﻣﺎ ﺃﺷﺪﻩ

Makna; Maka adapun qiyas yang bisa disaksikan darinya adalah bahwa sungguh setiap anggota badan yang tidak ada ruh di dalamnya maka tidak akan merasa sakit, Maka ketika ada ruh didalamnya (maka baru bisa merasakan sakit), maka yang merasakan sakit dia adalah RUH. Maka kala anggota tubuh terkena luka ataupun terbakar, maka dampaknya (sakitnya) akan menjalar kepada ruh. Maka seukuran apa yang menjalar kepada ruh, maka ruh mengalami / merasa sakit. Dan yang merasakan sakit terpisah-pisah kepada daging, darah, dan seluruh bagian tubuh. Maka tidaklah mengenai ruh kecuali hanya sebagian kesakitan. Maka jika yang mengalami kesakitan-kesakitan ini adalah yang langsung bersentuhan dengan diri ruh itu sendiri dan tidak mengenai yang lain maka betapa besarnya rasa kesakitan itu, dan betapa dasyatnya.

ﻭﺍﻟﻨﺰﻉ ﻋﺒﺎﺭﺓ ﻋﻦ ﻣﺆﻟﻢ ﻧﺰﻝ ﺑﻨﻔﺲ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻓﺎﺳﺘﻐﺮﻕ ﺟﻤﻴﻊ ﺃﺟﺰﺍﺋﻪ ﺣﺘﻰ ﻟﻢ ﻳﺒﻖ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺃﺟﺰﺍﺀ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺍﻟﻤﻨﺘﺸﺮ ﻓﻲ ﺃﻋﻤﺎﻕ ﺍﻟﺒﺪﻥ ﺇﻻ ﻭﻗﺪ ﺣﻞ ﺑﻪ ﺍﻷﻟﻢ ﻓﻠﻮ ﺃﺻﺎﺑﺘﻪ ﺷﻮﻛﺔ ﻓﺎﻷﻟﻢ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﺠﺪﻩ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺠﺮﻱ ﻓﻲ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻳﻼﻗﻲ ﺫﻟﻚ ﺍﻟﻤﻮﺿﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﺃﺻﺎﺑﺘﻪ ﺍﻟﺸﻮﻛﺔ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﻌﻈﻢ ﺃﺛﺮ ﺍﻻﺣﺘﺮﺍﻕ ﻷﻥ ﺃﺟﺰﺍﺀ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﺗﻐﻮﺹ ﻓﻲ ﺳﺎﺋﺮ ﺃﺟﺰﺍﺀ ﺍﻟﺒﺪﻥ ﻓﻼ ﻳﺒﻘﻰ ﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﻀﻮ ﺍﻟﻤﺤﺘﺮﻕ ﻇﺎﻫﺮﺍ ﻭﺑﺎﻃﻨﺎ ﺇﻻ ﻭﺗﺼﻴﺒﻪ ﺍﻟﻨﺎﺭ ﻓﺘﺤﺴﻪ ﺍﻷﺟﺰﺍﺀ ﺍﻟﺮﻭﺣﺎﻧﻴﺔ ﺍﻟﻤﻨﺘﺸﺮﺓ ﻓﻲ ﺳﺎﺋﺮ ﺃﺟﺰﺍﺀ ﺍﻟﻠﺤﻢ

Makna; Naza' (pencabutan ruh) adalah tetembungan dari sesuatu yang menyakitkan yang turun pada pribadi ruh kemudian menenggelamkan seluruh bagian ruh, sehingga tidak tersisa satu bagianpun dari bagian-bagian ruh yang menjalar menyebar jauh dalam badan kecuali sungguh benar-benar kesakitan menempatinya.

Andai sebuah duri mengenai badan maka kesakitan yang menemuinya sungguh hanya berjalan pada satu bagian ruh yang bagian ruh tersebut terhubung pada tempat yang terkena duri.

Dan sungguh dampak terbakar (jika tubuh terbakar) menjadi besar karena sungguh bagian-bagian api menyelam masuk ke dalam semua bagian-bagian tubuh maka tidak tersisa satu bagianpun dari anggota badan -yang terbakar- baik dzohir dan bathin kecuali api mengenainya, maka bagian-bagian ruhaniyah yang tersebar diseluruh bagian-bagian daging merasakan kesakitan dari pembakaran api ini.

ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﺠﺮﺍﺣﺔ ﻓﺈﻧﻤﺎ ﺗﺼﻴﺐ ﺍﻟﻤﻮﺿﻊ ﺍﻟﺬﻱ ﻣﺴﻪ ﺍﻟﺤﺪﻳﺪ ﻓﻘﻂ ﻓﻜﺎﻥ ﻟﺬﻟﻚ ﺃﻟﻢ ﺍﻟﺠﺮﺡ ﺩﻭﻥ ﺃﻟﻢ ﺍﻟﻨﺎﺭ

Makna; Dan adapun terluka bedah (misal terbabat) maka sungguh hanya mengenai tempat yang besi mengenainya saja, maka derita sakit luka karenanya lebih rendah (ringan) dari terbakar api.

ﻓﺄﻟﻢ ﺍﻟﻨﺰﻉ ﻳﻬﺠﻢ ﻋﻠﻰﻧﻔﺲ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻭﻳﺴﺘﻐﺮﻕ ﺟﻤﻴﻊ ﺃﺟﺰﺍﺋﻪ ﻓﺈﻧﻪ ﺍﻟﻤﻨﺰﻭﻉ ﺍﻟﻤﺠﺬﻭﺏ ﻣﻦ ﻛﻞ ﻋﺮﻕ ﻣﻦ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﻭﻋﺼﺐ ﻣﻦ ﺍﻷﻋﺼﺎﺏ ﻭﺟﺰﺀ ﻣﻦ ﺍﻷﺟﺰﺍﺀ ﻭﻣﻔﺼﻞ ﻣﻦ ﺍﻟﻤﻔﺎﺻﻞ ﻭﻣﻦ ﺃﺻﻞ ﻛﻞ ﺷﻌﺮﺓ ﻭﺑﺸﺮﺓ ﻣﻦ ﺍﻟﻔﺮﻕ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﻘﺪﻡ ﻓﻼ ﺗﺴﺄﻝ ﻋﻦ ﻛﺮﺑﺔ ﻭﺃﻟﻤﻪ ﺣﺘﻰ ﻗﺎﻟﻮﺍ ﺇﻥ ﺍﻟﻤﻮﺕ ﻻ ﺷﺪ ﻣﻦ ﺿﺮﺏ ﺑﺎﻟﺴﻴﻒ ﻭﻧﺸﺮ ﺑﺎﻟﻤﻨﺎﺷﻴﺮ ﻭﻗﺮﺽ ﺑﺎﻟﻤﻘﺎﺭﻳﺾ ﻷﻥ ﻗﻄﻊ ﺍﻟﺒﺪﻥ ﺑﺎﻟﺴﻴﻒ ﺇﻧﻤﺎ ﻳﺆﻟﻢ ﻟﺘﻌﻠﻘﻪ ﺑﺎﻟﺮﻭﺡ ﻓﻜﻴﻒ ﺇﺫﺍ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺘﻨﺎﻭﻝ ﺍﻟﻤﺒﺎﺷﺮ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﺮﻭﺡ

Makna; Maka Sakit pedihnya naza' (dicabutnya ruh) menyerbu Ruh itu sendiri dan menenggelamkan seluruh bagiannya maka sungguh Ruh dicabut ditarik dari setiap urat dari urat-urat nadi tubuh, Ruh ditarik dicabut dari setiap syaraf dari syaraf-syaraf tubuh dan dari setiap bagian dari bagian-bagian tubuh, dan dari setiap sambungan dari sambungan-sambungan tubuh, dan dari pangkal tiap rambut dan kulit dari belahan rambut sampai telapak kaki. Maka janganlah kamu bertanya tentang penderitaan dan kesakitannya.

Sehingga mereka (ulama) berkata : "Sungguh kematian itu LEBIH DASYAT DARIPADA DIPOTONG DENGAN PEDANG, LEBIH DASYAT DARI PADA DIGOROK-GOROK (dimutilasi) DENGAN BANYAK GERGAJI, lebih dasyat daripada digunting-gunting dengan banyak gunting. Karena sungguh terpotongnya badan oleh pedang itu sungguh hanya menyakiti karena badan (yang terpotong) tertaut dengan ruh, bagaimana ketika yang direnggut yang ditandangi langsung adalah Ruh itu sendiri?

ﻭﺇﻧﻤﺎ ﻳﺴﺘﻐﻴﺚ ﺍﻟﻤﻀﺮﻭﺏ ﻭﻳﺼﻴﺢ ﻟﺒﻘﺎﺀ ﻗﻮﺗﻪ ﻓﻲ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﻓﻲ ﻟﺴﺎﻧﻪ ﻭﺇﻧﻤﺎ ﺍﻧﻘﻄﻊ ﺻﻮﺕ ﺍﻟﻤﻴﺖ ﻭﺻﻴﺎﺣﻪ ﻣﻦ ﺷﺪﺓ ﺃﻟﻤﻪ ﻷﻥ ﺍﻟﻜﺮﺏ ﻗﺪ ﺑﺎﻟﻎ ﻓﻴﻪ ﻭﺗﺼﺎﻋﺪ ﻋﻠﻰ ﻗﻠﺒﻪ ﻭﺑﻠﻎ ﻛﻞ ﻣﻮﺿﻊ ﻣﻨﻪ ﻓﻬﺪ ﻛﻞ ﻗﻮﺓ ﻭﺿﻌﻒ ﻛﻞ ﺟﺎﺭﺣﺔ ﻓﻠﻢ ﻳﺘﺮﻙ ﻟﻪ ﻗﻮﺓ ﺍﻻﺳﺘﻐﺎﺛﺔ ﺃﻣﺎ ﺍﻟﻌﻘﻞ ﻓﻘﺪ ﻏﺸﻴﻪ ﻭﺷﻮﺷﻪ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﻓﻘﺪ ﺃﺑﻜﻤﻪ ﻭﺃﻣﺎ ﺍﻷﻃﺮﺍﻑ ﻓﻘﺪ ﺿﻌﻔﻬﺎ

Makna; Dan sesungguhnya orang yang ditebas masih mampu meminta tolong dan menjerit itu karena masih bertahan kekuatan di dalam hatinya dan di dalam lisannya. Dan sesungguhnya terputusnya suara orang yang sedang mengalami kematian dan terputus jeritannya (tidak menjerit-jerit berteriak-teriak) itu karena dari dasyatnya dia merakan sakit. Karena sungguh penderitaan benar-benar dia telah sampai puncak dalam penderitaan. Dan terus naik penderitaan itu pada hatinya dan sampai pada setiap tempat darinya. Maka dasyatnya penderitaan naza' telah memusnahkan segala kekuatan dan melemahkan segala anggota badan, maka tidak tersisa baginya kekuatan untuk meminta tolong. Adapun akal, maka dasyatnya penderitaan naza' telah benar-benar menghilangkan kesadarannya dan membingungkannya. Dan adapun lisan, maka dasyatnya penderitaan naza' telah benar-benar membisukannya. Dan adapun anggota-anggota badan, maka dasyatnya penderitaan naza' telah benar-benar melemahkannya.

ﻭﻳﻮﺩ ﻟﻮ ﻗﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺍﻻﺳﺘﺮﺍﺣﺔ ﺑﺎﻷﻧﻴﻦ ﻭﺍﻟﺼﻴﺎﺡ ﻭﺍﻻﺳﺘﻐﺎﺛﺔ ﻭﻟﻜﻨﻪ ﻻ ﻳﻘﺪﺭ ﻋﻠﻰ ﺫﻟﻚ ﻓﺈﻥ ﺑﻘﻴﺖ ﻓﻴﻪ ﻗﻮﺓ ﺳﻤﻌﺖ ﻟﻪ ﻋﻨﺪ ﻧﺰﻉ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﻭﺟﺬﺑﻬﺎ ﺧﻮﺍﺭﺍ ﻭﻏﺮﻏﺮﺓ ﻣﻦ ﺣﻠﻘﻪ ﻭﺻﺪﺭﻩ ﻭﻗﺪ ﺗﻐﻴﺮ ﻟﻮﻧﻪ ﻭﺍﺭﺑﺪ ﺣﺘﻰ ﻛﺄﻧﻪ ﻇﻬﺮ ﻣﻨﻪ ﺍﻟﺘﺮﺍﺏ ﺍﻟﺬﻱ ﻫﻮ ﺃﺻﻞ ﻓﻄﺮﺗﻪ ﻭﻗﺪ ﺟﺬﺏ ﻣﻨﻪ ﻛﻞ ﻋﺮﻕ ﻋﻠﻰ ﺣﻴﺎﻟﻪ ﻓﺎﻷﻟﻢ ﻣﻨﺘﺸﺮ ﻓﻲ ﺩﺍﺧﻠﻪ ﻭﺧﺎﺭﺟﻪ ﺣﺘﻰ ﺗﺮﺗﻔﻊ ﺍﻟﺤﺪﻗﺘﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺃﻋﺎﻟﻲ ﺃﺟﻔﺎﻧﻪ ﻭﺗﺘﻘﻠﺺ ﺍﻟﺸﻔﺘﺎﻥ ﻭﻳﺘﻘﻠﺺ ﺍﻟﻠﺴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺃﺻﻠﻪ ﻭﺗﺮﺗﻔﻊ ﺍﻷﻧﺜﻴﺎﻥ ﺇﻟﻰ ﺃﻋﺎﻟﻲ ﻣﻮﺿﻌﻬﻤﺎ ﻭﺗﺨﻀﺮ ﺃﻧﺎﻣﻠﻪ

Makna; Dia (orang yg sedang naza') ingin andai dia kuasa untuk beristirahat dengan jalan merintih, mengerang dan berteriak menjerit dan meminta tolong, akan tetapi dia tidak kuasa melakukan itu semua. Maka jika masih tersisa kekuatan padanya (orang yang sedang naza'), maka anda mendengar darinya -ketika dicabutnya ruh dan ditariknya ruh- suara lenguhan dan suara berkumur dari tenggorokan (ngorok ditenggorokannya) dan dadanya. Dan benar-benar telah berubah warna (kulit) nya dan berubah warna seperti debu, sehingga seperti sungguh muncul debu darinya. Debu yang adalah asal penciptaanya. Dan telah ditarik darinya semua urat dengan daya kekuatannya. Maka rasa sakitnya menyebar di bagian dalamnya dan luarnya sampai naik ke kedua bola matanya sampai kedua pelupuk atas kedua matanya dan menyusut kedua bibirnya dan lidahnya mengkerut keasalnya. Dan naik kedua testis (prejilan) nya ke bagian atas tempat keduanya. Dan jadi hijau (menghitam) ujung jari-jarinya.

ﻓﻼ ﺗﺴﻞ ﻋﻦ ﺑﺪﻥ ﻳﺠﺬﺏ ﻣﻨﻪ ﻛﻞ ﻋﺮﻕ ﻣﻦ ﻋﺮﻭﻗﻪ ﻭﻟﻮ ﻛﺎﻥ ﺍﻟﻤﺠﺬﻭﺏ ﻋﺮﻗﺎ ﻭﺍﺣﺪﺍ ﻟﻜﺎﻥ ﺃﻟﻤﻪ ﻋﻈﻴﻤﺎ ﻓﻜﻴﻒ ﻭﺍﻟﻤﺠﺬﻭﺏ ﻧﻔﺲ ﺍﻟﺮﻭﺡ ﺍﻟﻤﺘﺄﻟﻢ ﻻ ﻣﻦ ﻋﺮﻕ ﻭﺍﺣﺪ ﺑﻞ ﻣﻦ ﺟﻤﻴﻊ ﺍﻟﻌﺮﻭﻕ ﺛﻢ ﻳﻤﻮﺕ ﻛﻞ ﻋﻀﻮ ﻣﻦ ﺃﻋﻀﺎﺋﻪ ﺗﺪﺭﻳﺠﺎ ﻓﺘﺒﺮﺩ ﺃﻭﻻ ﻗﺪﻣﺎﻩ ﺛﻢ ﺳﺎﻗﺎﻩ ﺛﻢ ﻓﺨﺬﺍﻩ ﻭﻟﻜﻞ ﻋﻀﻮ ﺳﻜﺮﺓﺑﻌﺪ ﺳﻜﺮﺓ ﻭﻛﺮﺑﺔ ﺑﻌﺪ ﻛﺮﺑﺔ ﺣﺘﻰ ﻳﺒﻠﻎ ﺑﻬﺎ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺤﻠﻘﻮﻡ ﻓﻌﻨﺪ ﺫﻟﻚ ﻳﻨﻘﻄﻊ ﻧﻈﺮﻩ ﻋﻦ ﺍﻟﺪﻧﻴﺎ ﻭﺃﻫﻠﻬﺎ ﻭﻳﻐﻠﻖ ﺩﻭﻧﻪ ﺑﺎﺏ ﺍﻟﺘﻮﺑﺔ ﻭﺗﺤﻴﻂ ﺑﻪ ﺍﻟﺤﺴﺮﺓ ﻭﺍﻟﻨﺪﺍﻣﺔ ﻭَﻗَﺎﻝَ ﺭَﺳُﻮﻝُ ﺍﻟﻠَّﻪِ ﺻَﻠَّﻰ ﺍﻟﻠَّﻪُ ﻋَﻠَﻴْﻪِ ﻭَﺳَﻠَّﻢَ ﺗﻘﺒﻞ ﺗﻮﺑﺔ ﺍﻟﻌﺒﺪ ﻣﺎ ﻟﻢ ﻳﻐﺮﻏﺮ

Makna; Maka jangan anda bertanya tentang badan yang ditarik dicabut darinya seluruh urat dari urat-urat badan. Dan andaikan yang ditarik dicabut hanya satu urat, maka sungguh rasa sakitnya sangat besar. Maka Bagaimana yang ditarik dicabut adalah ruh itu sendiri, yang menderita rasa sakit bukan hanya satu urat tapi semua/seluruh urat-urat tubuh. Kemudian matilah setiap anggota badan dari anggota-anggota badannya secara bertahap, maka menjadi dingin -pada permulaannya- kedua telapak kakinya kemudian kedua betisnya, kemudian kedua pahanya. Dan pada tiap anggota badan ini mengalami sekarat pati setelah sekarat pati, dan penderitaan setelah penderitaan, sehingga sampai sekarat pati ini ke tenggorokan. Maka ketika itu berlangsung maka terputuslah penglihatannya dari dunia dan ahlinya. Dan ditutup baginya pintu taubat , dan duka cita -kegagalan- dan penyesalan menyelimutinya. Dan telah bersabda Rosululloh saw : "Diterima taubat seorang hamba selagi hamba itu belum berkumur-kumur dalam tenggorokan (ngorok ditenggorokan karena sakarotul maut)". Wallohu a'lam.

Sebagai harapan lubuk hati akan syafaat saya sertakan sholawat ini semoga abadi.

ﺍﻟﻠَّﻬُﻢَّ ﺻَﻞِّ ﻋَﻠَﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﻋَﻠَﻰ ﺁﻝِ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎﺻَﻠَّﻴْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ، ﻭَﺑَﺎﺭِﻙْ ﻋَﻠَﻰ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻭَﺁﻝِ ﺳﻴﺪﻧﺎ ﻣُﺤَﻤَّﺪٍ ﻛَﻤَﺎ ﺑَﺎﺭَﻛْﺖَ ﻋَﻠَﻰ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ﻭَﺁﻝِ ﺇِﺑْﺮَﺍﻫِﻴﻢَ ، ﺇِﻧَّﻚَ ﺣَﻤِﻴﺪٌ ﻣَﺠِﻴﺪ
ٌ
Bersambung, insyaalloh...
*‎يالله بالتوفيق حتى نفيق ونلحق الفريق*

_Mudah-mudahan kita mendapat taufiq sehingga kita bisa di golongkan dengan orang-orang sholeh...*_

_Aamiiiiiin_

instagram : @darul_musthofa_assayaniyah

Post a Comment for "BENCANA-BENCANA BESAR DALAM SAKAROTUL MAUT"